Friday, January 9, 2009

Teknologi Militer

Stealth Technology

Stealth technology also known as LOT (Low Observability Technology) is a sub-discipline of military electronic countermeasures which covers a range of techniques used with aircraft, ships and missiles, in order to make them less visible (ideally invisible) to radar, infrared and other detection methods.

Badan pesawat merupakan objek yang bagus dalam memantulkan sinyal radar, ini membuatnya mudah untuk dilacak menggunakan peralatan radar.
Tujuan dari stealth technology ialah membuat pesawat tak tampak pada radar. terdapat dua metode:
1. pesawat dibentuk sedemikian rupa sehingga sinyal radar yang terpantul tidak mengarah ke peralatan radar pemancar,
2. pesawat dilapisi material yang menyerap sinyal radar.

Pesawat-pesawat konvensional memiliki bentuk membulat. bentuk ini membuat pesawat menjadi aerodinamik, tetapi juga menjadikan pesawat sebagai pemantul sinyal radar yang efisien. Bentuk membulat berarti dari arah manapun sinyal radar mengenai pesawat, beberapa sinyal akan dipantulkan balik ke pemancar sinyal radar.


Pada peswat stealth, sebaliknya, badan pesawat dibuat sangat datar dan memiliki ujung yang sangat tajam. Ketika sinyal radar mengenai pesawat stealth, sinyal dipantulkan pada sudut tertentu (tidak ke segala arah),


Selanjutnya, permukaan peswat dapat pula dilapisi lapisan penyerap energi sinyal radar. hasilnya ialah seperti pada pesawat F-117A yang hanya meninggalkan jejak seperti burung pada radar alih-alih jejak pesawat. Satu pengecualian, akan ada satu kondisi dimana pesawat akan memantulkan secara total sinyal radar dari pemancar radar, tetapi ini pada posisi pesawat tertentu saja dari radar. Tak ada gading yang tak retak.

Implementasi Teknologi Informasi Militer

Serangga Menyanyi
Dimulai dari Teknologi Militer

BAGI kita, mendengarkan musik di mana-mana menjadi bagian kehidupan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi memungkinkan mendengarkan musik digital dalam jumlah yang tidak terbatas dan bisa dilakukan oleh siapa saja di mana saja.

KETIKA iPod buatan Apple Computers diperkenalkan, kecanduan musik digital melanda dunia dan menjadi tidak terbendung. Berbagai perlengkapan diperkenalkan untuk "menemani" iPod yang sangat populer ini. Dari perusahaan kecil sampai perusahaan multinasional mencari dan menciptakan perangkat- perangkat yang menguasai pangsa pasar pemutar musik digital ini.

Kompas sendiri banyak sekali mencoba berbagai perangkat musik digital, mulai dari iPod sendiri sampai pengeras suara yang terdiri dari berbagai macam model dan merek. Namun, ada satu perangkat yang baru saja diterima untuk diulas yang memiliki keunikannya sendiri, yaitu SoundBug yang menggunakan teknologi buatan FeONIC (www.feonic.com).

SoundBug sendiri bentuknya seperti mouse dengan sebuah kabel panjang yang ujung bisa dihubungkan ke berbagai perangkat elektronik, seperti pemutar CD, pemutar MP3, Gameboy, Camcoder, dan komputer laptop. Uniknya, ketika perangkat ini dihubungkan ke iPod, dan memasang SoundBug di kaca yang merekat karena tekanan karet di bawahnya, kita bisa mendengarkan musik digital yang ke luar dari iPod.

Ibarat serangga yang menyanyi, SoundBug mengeluarkan suara dari pengeras suara berukuran kecil sehingga jangan berharap mendengarkan kualitas suara seperti Bose SoundDock atau JBL On Stage. Digerakkan tiga buah batere AAA, SoundBug bisa dipasang di mana-mana, bahkan di kamar mandi menemani pendengarnya untuk ikut berdendang.

Teknologi militer

Anehnya, SoundBug buatan FeONIC ini awalnya merupakan sebuah teknologi militer untuk aplikasi sonar bawah laut. Teknologi FeONIC ini menggunakan besi (Fe) digabung dengan sebuah bahan dasar yang disebut smart material, bahan material yang sangat jarang dan hanya bisa ditemukan di AS dan daratan China.

Campuran ini menghasilkan apa yang disebut sebagai Terefenol-D, dikembangkan oleh militer AS mengubah permukaan yang rata menjadi sebuah papan pengeras suara. Getaran yang diakibatkan bahan campuran ini sepertinya akan menjadi pengganti pengeras suara yang bisa di bawa-bawa.

Namun, perlu diingat, permukaan yang licin yang mampu untuk menghasilkan kualitas suara yang memadai. Batu bata, permukaan kayu, dan lainnya yang memiliki permukaan kasar ternyata tidak bisa menghasilkan kualitas suara yang jelas. Bahkan, Kompas membedakan kualitas suara yang muncul ketika SoundBug dilekatkan di kaca dan dilekatkan pada kayu lapis.

Kualitas suara yang dihasilkan oleh SoundBug ini terletak antara sebuah ponsel dan sebuah siaran radio AM. Sehingga memang sangat memadai kalau perangkat jenis ini bisa terhubung pada ponsel ketika sedang berkendaraan tanpa harus melekatkan telinga pada ponsel bagi mereka yang tidak terbiasa dengan earphone. (rlp)

Teknologi Informasi, T.I Pendidikan, T.I Kesehatan.